Artinya: "Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh azab yang menghinakan." (QS. Al-Jaatsiyah 9) Fatullah Z menjelaskan lebih dalam mengenai, "6 Perkara yang Merusak Amal" pada kajian Awadah Dakwah Festival 2020 melalui tayangan video berikut ini. YangKedua, yang dapat merusak amal itu adalah : وَقَسْوَةُ الْقَلبِ "Orang yang keras hati". Hatinya tu kasar, keras. Beruntung kita kalau oleh Allah diberikan hati yang lembut, yang peka, cepat menerima kebenaran. Sebuah contoh, Umar bin Khattab r.a, orang yang diberikan hati yang keras tapi mudah dan cepat menerima kebenaran. KajianPerkara Yang Merusak Amal 1. Kufur, Syirik, Murtad, dan Nifaq. Wahai orang Muslim, wahai hamba Allah! Ketahuilah, siapa yang mati dalam keadaan kafir atau musyrik atau murtad, maka segala amal yang baik tidak ada manfaatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti shadaqah, silaturrahim, berbuat baik kepada tetangga dan lain-lainnya. 6 ظلم لا ينتهي Dzhulmun la yantahi. Artinya kezhaliman yang tak pernah berhenti. Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut. Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari enam perkara ini sehingga tetap istiqamah dalam ketakwaan. Hatiyang keras Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat. Allah subhânahu wa ta'âlâ berfirman : Artinya: "Dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, 'Mereka itu (orang-orang mu'min) ditipu oleh agamanya." (QS. Al-Anfâl : 49) 3. RBEx. Bismillahirrahmanirrahim… Hajinews – Semua amalan yang baik akan sampai kepada Allah Ta’ala manakala seorang hamba mengerjakannya sesuai petunjuk Qur’an dan sunnah ittiba’. Kemudian dibarengi dengan sifat ikhlas dengan tujuan hanya mengharap ridha Allah. Dalam kehidupan, tidak jarang kita melakukan kesalahan dan kekhilafan. Namun sadarkah bahwa dosa-dosa yang dilakukan ada beberapa perkara yang dapat menghapus amal–amal kebaikan yang telah kita perbuat. 6 Perkara tersebut antara lain 1. الإشتغال بعيوب الخلق AL ISTGHLAL BI’UYUBIL KHOLQI Artinya sibuk dengan aib orang lain, sehingga lupa pada aib sendiri. Semut di seberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan. 2. قسوة القلوب QASWATUL QULUB Artinya hati yang keras. Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasihat. 3. حب الدنيا HUBBUN DUNYA Artinya cinta dunia. Merasa hidupnya hanya di dunia saja. Segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat. 4. قلة الحياء QILLATUL HAYA’ Artinya sedikit rasa malunya. Apabila seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa. 5. طول الامل THULUL AMAL Artinya panjang angan-angan. Merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat. 6. ظلم لا ينتهي DZHULMUN LA YANTAHI Artinya kezhaliman yang tak pernah berhenti. Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut. Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari enam perkara ini sehingga tetap istiqamah dalam ketakwaan. Aamiin Allahumma Aamiin. – Sesungguhnya jika manusia beramal kebaikan itu manfaatnya untuk dirinya sendiri. Begitu sebaliknya. Maka jika manusia sudah beramal kebaikan, hendaknya ia menjaga amal kebaikan itu tetap langgeng dan tulus karena Allah semata. Awas, inilah 6 amal yang merusak amal kebaikan. Jangan sampai amal kebaikan itu rusak setelah dikerjakan. Jangan sampai amal itu rusak karena amal lainnya. Karena ada amalan yang bisa merusak amal kebaikan. Awas, inilah 6 amal yang merusak amal kebaikan. Ajaran Islam mengajak manusia untuk beriman kepada Tuhan yang Mahaesa dan beramal salih. Semua itu demi kebaikan manusia itu sendiri. “Siapa saja yang mengerjakan amal yang shalih maka pahalanya untuk dirinya sendiri dan siapa saja mengerjakan perbuatan jahat, maka dosanya untuk dirinya sendiri; dan tidaklah Tuhanmu berbuat zalim kepada hamba QS Fushshilat 46. Maka jangan sampai amal kebaikan yang sudah susah payah dilakukan kemudian rusak karena suatu amal perbuatan lainnya. Setelah beramal salih, maka tugas seorang mukmin adalah menjaga jangan sampai amal salih itu rusak atau terhapus karena suatu amal lainnya. Ada beberapa amal perbuatan yang bisa merusak amal salih. Kita memohon kepada Allah agar terhindar dari amal perusak amal kebaikan ini. Berikut ini ulasan singkatnya 1. Perbuatan Syirik Syirik adalah suatu keyakinan dan perbuatan yang mengadakan tandingan/sekutu terhadap kekuatan dan kekuasaan Allah SWT. Tandingan itu bisa berupa kekuatan pada benda mati seperti batu, gunung, gelang, kalung, bunga, patung, laut, sungai, dll. Bisa juga berupa makhluk hidup manusia, pohon atau hewan dengan meyakini akan kekuatan tandingan itu padahal segala kekuatan dan keselamatan adalah hanyalah dari Allah semata. Maka pelaku syirik –dari kalangan umat Islam maupun non muslim- meyakini dan mengamalkan perbuatan kesyirikan yang merupakan suatu kezaliman terbesar dan melecehkan keagungan Allah SWT serta menghapus amal-amal terdahulu. “Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan” QS Al An’am 88. 2. Murtad “…Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan…” QS Yunus 32. Imam Al Qurthubi berkata, “Ayat ini memutuskan bahwa tidak ada tempat yang ketiga setelah kebenaran dan kebatilan.” Dan agama yang diridhai Allah dan jalan ditempuh Rasulullah Muhammad saw. hanyalah Islam, tak ada jalan lainnya. “Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam…” QS Ali Imran 19. Maka sangat merugilah orang yang murtad. “Siapa saja yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” QS Al Baqarah 217. 3. Perbuatan zalim Perbuatan zalim adalah memgambil hak orang lain secara paksa, tanpa keridaan si pemilik hak. Kezaliman adalah sumber kegelapan dan kerugian di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada Hari Kiamat dengan banyak pahala shalat, puasa, zakat, dan haji. Tapi di sisi lain, ia juga mencaci orang, menyakiti orang, memakan harta orang secara batil/zalim, menumpahkan darah, dan memukul orang lain. Ia kemudian diadili dengan cara membagi-bagikan pahalanya kepada orang yang pernah dizaliminya. Ketika telah habis pahalanya, sementara masih ada yang menuntutnya maka dosa orang yang menuntutnya diberikan kepadanya. Akhirnya, ia pun dilemparkan ke dalam neraka” HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad. 4. Dengki Kebaikan-kebaikan yang telah perbuat akan hangus gara-gara dengki. Rasulullah SAW bersabda, “Hindarilah dengki karena dengki itu memakan menghancurkan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” HR Abu Daud. 5. Pemberian yang diiringi ucapan yang menyakiti hati si penerima “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang yang menginfakkan hartanya karena pamer di hadapan manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhirat …” QS Al Baqarah 264. 6. Memutus hubungan silaturahim dan persahabatan Nabi SAW bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang lebih utama daripada puasa, shalat, dan sedekah?” Para sahabat berkata, “Baiklah ya Rasulallah.” Maka Nabi saw. pun bersabda, “Mendamaikan orang yang bermusuhan bertengkar karena merusak hubungan seseorang itu berarti mencukur. Saya tidak berkata mencukur rambut tetapi mencukur agama” HR Ibnu Hibban dan At-Tirmidzi.

hadits tentang 6 perkara yang merusak amal